Tinuktuk (makanan Khas dari
Simalungun)
Berkhasiat untuk penambah nafsu makan, menambah daya tahan tubuh dan Ibu yang akan menyusui.
Bahan
Kencur 1/4 kg (dikupas dan diiris)
Jahe Merah 1/4 kg (dikupas dan diiris)
Bawang merah secukupnya (dikupas dan diiris)
Bawang putih secukupnya (dikupas dan diiris)
Lada hitam 1/2 muk kecil
Kemiri 20 biji (dikupas)
Garam secukupnya
Bawang Batak 1 ikat (tanpa daun)
Buah Kincung (Sihala) secukupnya
Cara Membuat
Bahan-bahan yang ada digonseng secara terpisah, menjadi tiga kelompok:
1. Lada dan garam digonseng, tidak usah sampai hitam
2. Kemiri digonseng
3. Kencur, jahe merah, Bawang Merah, Bawang Putih dan Bawang Batak digonseng.
Bahan yang sudah
digonseng itu ditumbuk (diulek) masing-masing terpisah menurut
kelompoknya. Setelah ditumbuk halus, ditampi dengan nyiur untuk
mendapatkan serbuk paling halus. Serbuk sisanya yang masih kasar, diulek
lagi hingga halus sekali. Begitu seterusnya.
Bahan-bahan yang sudah diulek ini kemudian disatukan dan ditumbuk lagi secara bersama-sama.
Terakhir, buah incung atau sihala,
ditumbuk, diperas dan air hasil perasan itu menjadi semacam cairan asam
bagi tinuktuk yang sudah jadi.
Hasilnya adalah sambal tinuktuk dapat bertahan lebih kurang 2 bulan bila
disimpan di dalam kulkas.
Saat ini Tinuktuk juga sering digunakan
sebagai bumbu tambahan pada makanan, sayur, Mie
Instant dan lain sebagainya.
Apalia kita ingin mencoba nya bias kita
dapatkan di pasar tradisioanal Tiga Raya / Pematang raya, Biasanya
Tinuktuk dikemas di dalam sebuah botol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar